KASUS
DALAM KARYA ILMIAH
Ada beberapa
kasus yang akan kita analisis dari karya ilmiah disini, diantaranya adalah:
1.Diksi
Contoh A :
Perbaikan: “Banjir dapat terjari
karena peluapan air yang berlebihan di suatu tempat akibat hujan deras.”
Alasan : Penggunaan kata besar kurang tepat dan sulit dipahami dibanding
dengan kata deras yang mudah di
pahami
Contoh B :
Kesalahan : “Semburan gas adalah peristiwa munculnya gas alam
ke permukaan dari dalam perut atau dapur bumi.”
2. Ragam Bahasa
Contoh A :
Kesalahan : “Berikut akan diuraikan
mengenai pengertian berbagai terminology
yang digunakan.”
Perbaikan : “Berikut akan diuraikan
mengenai pengertian berbagai terminologi
yang digunakan.”
Alasan : Ragam bahasa di atas adalah
ragam Bahasa baku,. namun dalam kalimat diatas kata terminology adalah Bahasa yang tidak baku
Contoh B :
Kesalahan : “Pada tahun 1990,
ekonomi Rusia sangat payah dan emisi gas rumah kacanya sangat tinggi.“
Perbaikan : “Pada tahun 1990,
ekonomi Rusia sangat buruk dan emisi gas rumah kacanya sangat tinggi.“
Alasan : Sebagai Ragam Bahasa
ilmiah, penulisannya harus tepat. Penulisan kata payah dinilai kurang tepat
untuk bisa digunakan pada Bahasa ilmiah
3. Kalimat Dasar
Contoh A :
Kesalahan : “ Global terjadi karena
gas-gas yang dihasilkan seperti CO2, NO2 dan gas lainnya yang menyebabkan efek
rumah kaca.”
Perbaikan : “Pemanasan Global
terjadi karena gas-gas yang dihasilkan seperti CO2, NO2 dan gas lainnya yang
menyebabkan efek rumah kaca.”
Alasan : Karena kurang lengkapnya
Subjek kalimat pertama pada kata Global yang
seharusnya menggunakan kata Pemanasan
Global
Contoh B :
Kesalahan : “Sebagian dari panas ini
sebagai radiasi infra merah gelombang
panjang ke luar angkasa.“
Perbaikan : “Sebagian dari panas ini
sebagai radiasi gelombang inframerah
panjang ke luar angkasa.“
Alasan : karena seharusnya kata infra merah tidak menggunakan spasi
menjadi inframerah
4. Kalimat Efektif
Contoh
A :
Kesalahan : “Temperatur pada musim
dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.“
Perbaikan : “Temperatur pada musim
dingin dan malam hari akan cenderung meningkat.“
Alasan : Pada kalimat pertama kata untuk merupakan pemborosan kata yang
seharusnya tidak digunakan
Contoh B :
Kesalahan : “Badai akan menjadi lebih sering. “
Perbaikan : “Badai akan lebih sering
terjadi. “
Alasan : Karena pada kalimat pertama
tidak efektif dan sulit dipahami
5. Kaidah EYD (Ejaan Yang
Disempurnakan)
Contoh A :
Kesalahan : “Melestarikan alam
dengan penanaman pohon, tidak menebang pohon sembarangan, meminimalkan
penggunaan peralatan yang banyak mengeluarkan gas-gas efek rumah kaca dan mengupayakan pencegahan global
warming. “
Perbaikan : “Melestarikan alam
dengan penanaman pohon, tidak menebang pohon sembarangan, meminimalkan
penggunaan peralatan yang banyak mengeluarkan gas-gas efek rumah kaca, dan
mengupayakan pencegahan global warming. “
Alasan: Terdapat kurangnya tanda
baca( , ) pada kalimat pertama sebelum kata dan mengupayakan
Contoh B :
Kesalahan : “Hal ini telah dilakukan
di salah satu anjungan pengeboran lepas pantai Norwegia, dimana karbondioksida
yang terbawa ke permukaan bersama gas alam ditangkap dan diinjeksikan kembali
ke aquifer sehingga tidak dapat
kembali ke permukaan. “
Perbaikan : “Hal ini telah dilakukan
di salah satu anjungan pengeboran lepas pantai Norwegia, dimana karbondioksida
yang terbawa ke permukaan bersama gas alam ditangkap dan diinjeksikan kembali
ke akuifer sehingga tidak dapat
kembali ke permukaan. “
Alasan : Karena ada ejaan yang salah
pada kalimat pertama di kata aquifer
yang seharusnya diganti dengan kata akuifer
yang lebih sesuai EYD
Sumber karya ilmiah yang dianalisis : http://www.maribelajarbk.web.id/2015/03/contoh-karya-ilmiah-tentang-global.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar