KUTIPAN
Pengertian Kutipan
Pengertian Kutipan
Kutipan
adalah gagasan, ide, pendapat
yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut
mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensik lopedi, artikel, laporan,
buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.
Kutipan adalah pengokohan argumentasi dalam sebuah karangan. Seorang penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, penulis cukup mengutip karya orang lain tersebut.
Kutipan adalah pengokohan argumentasi dalam sebuah karangan. Seorang penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, penulis cukup mengutip karya orang lain tersebut.
Prinsip-Prinsip Mengutip
Ada beberapa prinsip dalam mengutip seuatu
tulisan atau karya, prinsip-prinsip tersebut diantaranya :
1. Nama
penulis ditulis pada bagian permulaan kalimat
Contoh:
“Gordon (2006) melaporkan bahwa bahan dasar harus tersedia dengan cukup untuk
menjamin kelancaran proses produksi”.
2. Nama
penulis ditulis pada tengah kalimat
Contoh:
”Meskipun komunikasi formal sangat penting bagi organisasi besar, seperti
dilaporkan oleh (Purwanto, 2006:134), namun kurang menguntungkan bagi sudut
pandang individual maupun perusahaan”.
3. Nama
penulis ditulis pada akhir kalimat
Contoh:
”Salah satu keunggulan komunikasi nonverbal adalah kesahihannya atau realiabilitas
(Suzuki, 2000).”
4. Bila
jumlah penulis ada 2 atau 3, maka semua nama penulis harus disebutkan dan
dikuti
dengan menggunakan kata “dan” atau tanda “&”.
Contoh:
”Menurut Evans dan Maxwell (2008:56) faktur pajak merupakan bukti
pungutan pajak dan dapat digunakan sebagai sarana untuk
mengkreditkan pajak masukan”.
5. Bila
terdapat enam atau lebih penulis, maka dikutip menggunakan et al atau dkk.
Contoh:
”Bauran Pemasaran atau Marketing Mix tersebut merupakan alat yang dapat
dipergunakan oleh pengusaha untuk mempengaruhi konsumennya”
(Gitosudarmo dkk, 1992:64).
6. Seluruh
kutipan menggunakan font yang sama dengan teks utama.
7. Tahun
yang tidak diketahui dikutip sebagai no date. Rujukan pada cetak ulang dikutip
dengaan tahun publikasi asli di dalam kurung siku.
Contoh: (Marx [1867] 1967, p.
90
Macam-macam Kutipan
1. Kutipan Langsung
Jenis kutipan ini adalah kutipan yang
mengutip gasasan sama persis dengan sumber aslinya. Pengutip tidak
diperkenankan untuk mengubah atu menghilangkan apapun dari pernyataan yang
diambil dengan kutipan langsung. Apabila ditemukan kesalahan kata atau kemiringan
huruf harus diberi tanda [.....] untuk memberitahukan. Contoh: Darwinisme
[penulisan miring dari pengutip]. Oleh karena pengutip tidak diperbolehkan
untuk mengubah seikitpun, pengutipan dianjurkan untuk tidak terlalu sering
menggunakan kutipan enis ini. Hal ini karena kekayaan bahasa dan
kemampuan analisis menjadi rendah, serta kutipan jenis ini cenderung
memungkinkan terjadinya plagiarisme (copy-paste). Ada dua teknik mengutip
dengan kutipan langsung, yaitu:
a.
Kutipan tidak lebih dari empat baris
Penulisan kutipan diletakkan menyatu
dengan teks non kutipan (satu alinea). Untuk menunjukkan kutipan dengan jelas,
maka kutipan ditulis dengan memberi tanda petik, yang diikuti dengan nama
pengarang, tahun terbit serta halaman dimana kutipan tersebut diambil dari
sumber. Untuk kutipan yang berasal dari media online maka cantumkan siapa
penulis artikelnya, dan tahun penulisan artikel tersebut.
Contoh: Mmenurut Darwin dalam bukunya
the origin of spesies (1829:215) “variation of spesies means by natural
selection”
Bagaimana jika pengutip tidak dapat
menemukan sumber asli karya yang ingin dikutip. Maka pengutipan dapat ditulis
seperti contoh berikut:
Menurut Darwin (dalam Rukmana,
2010:17), “variasi makhluk hidup terjadi karena proses seleksi alam”.
Jika mengutip bagian awal dan akhir,
ada kalimat tengah yang tidak dibutuhkan, maka kalimat tengah tersebut dapat
diganti dengan tanda elipsis (...), yaitu tanda titik sebanyak tiga kali, dan
yng keempat merupakan tanda akhir kalimat.
Contoh:
“hidup tergantung bagaimana kita ingin
mewujudkannya. ... . tak ada yang membatasi impian Anda, selama Anda tetap
berusaha mencapainya. Jadi mulailah merancang masa depan Anda dan lakukanlah
secara terus menerus. Jika Anda bisa memimpikannya, Anda dapat melakukannya”
(Amir, 2009:37).
b.
Kutipan langsung lebih dari empat baris
Karena kutipan ini termasuk kutipan
yang panjang maka penulisannya dapat dipisahkan dari teks dengan jarak spasi
2,5. Dengan satu spasi untuk penulisn kutipan.
Contoh:
Proses pembentukan manusia terjadi
secara bertahap yang diawali dengan terjadinya pembuahan atau fertilisasi, dan
kemudian berkembang terus sampai pembentukkan organ terjadi di dalam rahim
induk betina. Seperti yang diterangkan oleh Allah dalam firmannya dalam Q.S.
AL-Mu’minum: 12-14:
“ Dan sesungguhnya Kami telah
menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal dari tanah. Kemudian Kami
jdikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh (rahim).
Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah , lalu segumpal darah itu
Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang
belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami
jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah Pencipta Yang Paling
Baik”.
2. Kutipan Tidak Langsung
Merupakan jenis kutipan dengan teknik
pengutipan yang berbeda denngan kutipan langsung. Dalam kutipan tak langsung,
pengutip diperbolehkan mengubah kalimat gagasan penulis dengan bahasa pengutip
dengan syarat tidak mengubah makna dari gagasan tersebut. Oleh karena itu,
pengutip bertanggung jawab atas kutipannya. Meski diperbolehkan mengubah, tetap
saja nama penulis gagasan dan tahun terbit harus dicantumkan, hanya saja
penulisan kutipan tidak perlu diberi tanda petik.
Contoh:
Banyak definisi mengenai arti cinta.
Subroto (2008:16) mendefiniskan cinta sebagai suatu kehidupan. Menurutnya
kehidupan terbentuk dimulai dengan bercinta.
Kutipan tak hanya menyantumkan nama,
kebenaran sumber yang digunakan pengutip harus dicantumkan ke dalam daftar
pustaka. Hal ini untuk memverifikasi bahwa kutipan benar-benar ada di dalam
sumber yang digunakan. Dan juga, hal tersebut dapat menjadi media informasi
untuk pembaca lain dalam mencari sumber asli yang dibutuhkan.
Catatan Kaki
A. Pengertian catatan kaki
Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah
setiap lembaran akhir bab sebuah karangan ilmiah. Catatan kaki juga merupakan
salah satu bagian penting dalam penulisan karya tulis, biasa digunakan pada
penulisan buku, skripsi, makalah dan juga karya tulis lainnya. Seperti
halnya dengan daftar pustaka yang telah diuraikan pada artikel sebelumnya
catatan kaki sebenarnya hampir sama dengan daftar pustaka namun catatan kaki
lebih spesifik dalam hal merujuk sumber dari bacaan yang dikutip.
B. Cara Penulisan & Contoh
Catatan Kaki
Dalam penulisan catatan kaki, ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu sebagai berikut:
1. Catatan kaki dipisahkan tiga spasi
dari naskah halaman yang sama.
2. Antar catatan kaki dipisahkan dengan
satu spasi.
3. Catatan kaki lebih dari dua baris
diketik dengan satau spasi.
4. Catatan kaki diketik sejajar dengan
marjin.
5. Catatan kaki jenis karangan ilmiah
formal, diberi nomor urut mulai dari nomor satu untuk catatan kaki pertama pada
awal bab berlanjut sampai dengan akhir bab. Pada setiap awal bab berikutnya
catatan kaki dimulai dari nomor satu. Laporan atau karangan tanpa bab, catatan
kaki ditulis pada akhir karangan.
6. Nomor urut angka arab dan tidak diberi
tanda apapun.
7. Nomor urut ditulis lebih kecil dari
huruf lainnya.
C. Unsur-unsur
Catatan Kaki
1. Untuk
Buku sebagai Acuan
Unsur-unsur yang terdapat pada catatan kaki
untuk buku sebagai acuan adalah sebagai berikut:
·
Nama
pengarang, ditulis dalam urutan biasa dan tidak dibalik, diikuti tanda koma,
·
Judul
buku, diawali dengan huruf kapital (kecuali kata tugas) ditulis miring atau
digaris bawahi,
·
Nama
atau nomor seri (kalau ada),
·
Data
publikasi, yang terdiri dari: jumlah jilid (kalau ada), nomor cetakan (kalau
ada), kota penerbitan, diikuti titik dua, nama penerbit diikuti koma di dalam
tanda kurung, tahun penerbitan.
·
Nomor
jilid,
·
Nomor
halaman diikuti tanda titik.
2. Untuk Artikel dalam
Majalah sebagai Acuan
Unsur-unsur yang terdapat pada catatan kaki
untuk artikel dalam amajalah sebagai acuan adalah sebagai berikut:
·
Nama
pengarang,
·
Judul
artikel, diantara tanda kutip,
·
Nama
majalah, ditulis miring atau digaris bawahi,
·
Nomor
majalah jika ada,
·
Tanggal
penerbitan,
·
Nomor
halaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar