Senin, 26 Desember 2016

Kutipan

KUTIPAN

Pengertian Kutipan

Kutipan adalah gagasan, ide,  pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensik lopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.
Kutipan adalah pengokohan argumentasi dalam sebuah karangan. Seorang penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, penulis cukup mengutip karya orang lain tersebut. 


Prinsip-Prinsip Mengutip

Ada beberapa prinsip dalam mengutip seuatu tulisan atau karya, prinsip-prinsip tersebut diantaranya :

    1. Nama penulis ditulis pada bagian permulaan kalimat

Contoh: “Gordon (2006) melaporkan bahwa bahan dasar harus tersedia dengan cukup untuk menjamin kelancaran proses produksi”.
  
    2. Nama penulis ditulis pada tengah kalimat

Contoh: ”Meskipun komunikasi formal sangat penting bagi organisasi besar, seperti    dilaporkan oleh (Purwanto, 2006:134), namun kurang menguntungkan bagi sudut pandang individual maupun perusahaan”.

    3. Nama penulis ditulis pada akhir kalimat

Contoh: ”Salah satu keunggulan komunikasi nonverbal adalah kesahihannya atau realiabilitas (Suzuki, 2000).”
                       
    4. Bila jumlah penulis ada 2 atau 3, maka semua nama penulis harus disebutkan dan dikuti 
dengan menggunakan kata “dan” atau tanda “&”.

Contoh: ”Menurut Evans dan Maxwell (2008:56) faktur pajak merupakan bukti pungutan   pajak dan dapat digunakan sebagai sarana untuk mengkreditkan pajak masukan”.

    5. Bila terdapat enam atau lebih penulis, maka dikutip menggunakan et al atau dkk.

Contoh: ”Bauran Pemasaran atau Marketing Mix tersebut merupakan alat yang dapat dipergunakan oleh pengusaha untuk mempengaruhi konsumennya” (Gitosudarmo   dkk, 1992:64).

    6. Seluruh kutipan menggunakan font yang sama dengan teks utama.

    7. Tahun yang tidak diketahui dikutip sebagai no date. Rujukan pada cetak ulang dikutip dengaan tahun publikasi asli di dalam kurung siku.

Contoh: (Marx [1867] 1967, p. 90



Macam-macam Kutipan

1.  Kutipan Langsung 

Jenis kutipan ini adalah kutipan yang mengutip gasasan sama persis dengan sumber aslinya. Pengutip tidak diperkenankan untuk mengubah atu menghilangkan apapun dari pernyataan yang diambil dengan kutipan langsung. Apabila ditemukan kesalahan kata atau kemiringan huruf harus diberi tanda [.....] untuk memberitahukan. Contoh: Darwinisme [penulisan miring dari pengutip].  Oleh karena pengutip tidak diperbolehkan untuk mengubah seikitpun, pengutipan dianjurkan untuk tidak terlalu sering menggunakan kutipan enis ini.  Hal ini karena kekayaan bahasa dan kemampuan analisis menjadi rendah, serta kutipan jenis ini cenderung memungkinkan terjadinya plagiarisme (copy-paste). Ada dua teknik mengutip dengan kutipan langsung, yaitu:

a.       Kutipan tidak lebih dari empat baris

Penulisan kutipan diletakkan menyatu dengan teks non kutipan (satu alinea). Untuk menunjukkan kutipan dengan jelas, maka kutipan ditulis dengan memberi tanda petik, yang diikuti dengan nama pengarang, tahun terbit serta halaman dimana kutipan tersebut diambil dari sumber. Untuk kutipan yang berasal dari media online maka cantumkan siapa penulis artikelnya, dan tahun penulisan artikel tersebut.

Contoh: Mmenurut Darwin dalam bukunya the origin of spesies (1829:215) “variation of spesies means by natural selection”

Bagaimana jika pengutip tidak dapat menemukan sumber asli karya yang ingin dikutip. Maka pengutipan dapat ditulis seperti contoh berikut:

Menurut Darwin (dalam Rukmana, 2010:17), “variasi makhluk hidup terjadi karena proses seleksi alam”. 

Jika mengutip bagian awal dan akhir, ada kalimat tengah yang tidak dibutuhkan, maka kalimat tengah tersebut dapat diganti dengan tanda elipsis (...), yaitu tanda titik sebanyak tiga kali, dan yng keempat merupakan tanda akhir kalimat.

Contoh:

“hidup tergantung bagaimana kita ingin mewujudkannya. ... . tak ada yang membatasi impian Anda, selama Anda tetap berusaha mencapainya. Jadi mulailah merancang masa depan Anda dan lakukanlah secara terus menerus. Jika Anda bisa memimpikannya, Anda dapat melakukannya” (Amir, 2009:37). 

b.       Kutipan langsung lebih dari empat baris

Karena kutipan ini termasuk kutipan yang panjang maka penulisannya dapat dipisahkan dari teks dengan jarak spasi 2,5. Dengan satu spasi untuk penulisn kutipan. 

Contoh:

Proses pembentukan manusia terjadi secara bertahap yang diawali dengan terjadinya pembuahan atau fertilisasi, dan kemudian berkembang terus sampai pembentukkan organ terjadi di dalam rahim induk betina. Seperti yang diterangkan oleh Allah dalam firmannya dalam Q.S. AL-Mu’minum: 12-14:

“ Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal dari tanah. Kemudian Kami jdikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah , lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah Pencipta Yang Paling Baik”.

2. Kutipan Tidak Langsung 

Merupakan jenis kutipan dengan teknik pengutipan yang berbeda denngan kutipan langsung. Dalam kutipan tak langsung, pengutip diperbolehkan mengubah kalimat gagasan penulis dengan bahasa pengutip dengan syarat tidak mengubah makna dari gagasan tersebut. Oleh karena itu, pengutip bertanggung jawab atas kutipannya. Meski diperbolehkan mengubah, tetap saja nama penulis gagasan dan tahun terbit harus dicantumkan, hanya saja penulisan kutipan tidak perlu diberi tanda petik.

Contoh:

Banyak definisi mengenai arti cinta. Subroto (2008:16) mendefiniskan cinta sebagai suatu kehidupan. Menurutnya kehidupan terbentuk dimulai dengan bercinta. 

Kutipan tak hanya menyantumkan nama, kebenaran sumber yang digunakan pengutip harus dicantumkan ke dalam daftar pustaka. Hal ini untuk memverifikasi bahwa kutipan benar-benar ada di dalam sumber yang digunakan. Dan juga, hal tersebut dapat menjadi media informasi untuk pembaca lain dalam mencari sumber asli yang dibutuhkan.


Catatan Kaki

A. Pengertian catatan kaki

Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran akhir bab sebuah karangan ilmiah. Catatan kaki juga merupakan salah satu bagian penting dalam penulisan karya tulis, biasa digunakan pada penulisan buku, skripsi, makalah dan juga karya tulis lainnya.  Seperti halnya dengan daftar pustaka yang telah diuraikan pada artikel sebelumnya catatan kaki sebenarnya hampir sama dengan daftar pustaka namun catatan kaki lebih spesifik dalam hal merujuk sumber dari bacaan yang dikutip.

B. Cara Penulisan & Contoh Catatan Kaki

Dalam penulisan catatan kaki, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu sebagai berikut:


1.   Catatan kaki dipisahkan tiga spasi dari naskah halaman yang sama.
2.   Antar catatan kaki dipisahkan dengan satu spasi.
3.   Catatan kaki lebih dari dua baris diketik dengan satau spasi.
4.   Catatan kaki diketik sejajar dengan marjin.
5.   Catatan kaki jenis karangan ilmiah formal, diberi nomor urut mulai dari nomor satu untuk catatan kaki pertama pada awal bab berlanjut sampai dengan akhir bab. Pada setiap awal bab berikutnya catatan kaki dimulai dari nomor satu. Laporan atau karangan tanpa bab, catatan kaki ditulis pada akhir karangan.
6.   Nomor urut angka arab dan tidak diberi tanda apapun.
7.   Nomor urut ditulis lebih kecil dari huruf lainnya.


C. Unsur-unsur Catatan Kaki

1. Untuk Buku sebagai Acuan

Unsur-unsur yang terdapat pada catatan kaki untuk buku sebagai acuan adalah sebagai berikut:

·         Nama pengarang, ditulis dalam urutan biasa dan tidak dibalik, diikuti tanda koma,
·         Judul buku, diawali dengan huruf kapital (kecuali kata tugas) ditulis miring atau digaris bawahi,
·         Nama atau nomor seri (kalau ada),
·         Data publikasi, yang terdiri dari: jumlah jilid (kalau ada), nomor cetakan (kalau ada), kota penerbitan, diikuti titik dua, nama penerbit diikuti koma di dalam tanda kurung, tahun penerbitan.
·         Nomor jilid,
·         Nomor halaman diikuti tanda titik.

2.  Untuk Artikel dalam Majalah sebagai Acuan

Unsur-unsur yang terdapat pada catatan kaki untuk artikel dalam amajalah sebagai acuan adalah sebagai berikut:

·         Nama pengarang,
·         Judul artikel, diantara tanda kutip,
·         Nama majalah, ditulis miring atau digaris bawahi,
·         Nomor majalah jika ada,
·         Tanggal penerbitan,
·         Nomor halaman.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar