A.Pengertian Diksi
Diksi
adalah kemampuan membedakan secara tepat makna dari suatu gagasan yang ingin
disampaikan dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai (cocok) dengan
situasi dan aturan-aturan berbahasa yang ada dalam suatu lingkungan masyarakat.
Diksi
mencakup pengertian kata-kata mana yang dipakai untuk menyampaikan suatu maksud
kepada lawan bicara, bagaimana membentuk pengelompokan kata-kata yang tepat
atau menggunakan ungkapan-ungkapan yang tepat, dan gaya mana yang paling baik
digunakan dalam suatu situasi. Pilihan kata yang tepat dan sesuai hanya
dimungkinkan oleh penguasaan sejumlah besar kosa kata atau pembendaharaan kata
bahasa itu. Sedangkan yang dimaksud perbendaharaan kata atau kosa kata suatu
bahasa adalah keseluruhan kata yang dimiliki oleh sebuah bahasa.
Contoh Diksi :
Nenekku mampus tadi pagi (tidak tepat)
Nenekku meninggal dunia tadi pagi (tepat)
Contoh Diksi :
Nenekku mampus tadi pagi (tidak tepat)
Nenekku meninggal dunia tadi pagi (tepat)
B. Makna Denotasi dan Konotasi
1. Arti Definisi / Pengertian Makna
Denotasi / Denotatif
Makna denotasi adalah makna yang sebenarnya yang sama dengan makna lugas untuk menyampaikan sesuatu yang bersifat faktual. Makna pada kalimat yang denotatif tidak mengalami perubahan makna.
Contoh :
- Mas parto membeli susu sapi
- Dokter bedah itu sering berpartisipasi dalam sunatan masal
2. Arti Definisi / Pengertian Makna Konotasi / Konotatif
Makna konotasi adalah makna yang bukan sebenarnya yang umumnya bersifat sindiran dan merupakan makna denotasi yang mengalami penambahan.
Contoh :
- Para petugas gabungan merazia kupu-kupu malam tadi malam (kupu-kupu malam = wts)
- Bu Marcella sangat sedih karena terjerat hutang lintah darat (lintah darat = rentenir)
Makna denotasi adalah makna yang sebenarnya yang sama dengan makna lugas untuk menyampaikan sesuatu yang bersifat faktual. Makna pada kalimat yang denotatif tidak mengalami perubahan makna.
Contoh :
- Mas parto membeli susu sapi
- Dokter bedah itu sering berpartisipasi dalam sunatan masal
2. Arti Definisi / Pengertian Makna Konotasi / Konotatif
Makna konotasi adalah makna yang bukan sebenarnya yang umumnya bersifat sindiran dan merupakan makna denotasi yang mengalami penambahan.
Contoh :
- Para petugas gabungan merazia kupu-kupu malam tadi malam (kupu-kupu malam = wts)
- Bu Marcella sangat sedih karena terjerat hutang lintah darat (lintah darat = rentenir)
C.Makna Refrensial dan Non
Refrensial
1. Makna Referensial
Makna Referensial adalah makna yang berhubungan langsung dengan kenyataan
atau memiliki referen (acuan), makna referensial dapat disebut juga makna
kognitif, karena memiliki acuan. Dalam makna ini memiliki hubungan dengan
konsep mengenai sesuatu yang telah disepakati bersama (oleh masyarakat bahasa),
Seperti meja dan kursi adalah yang bermakna referensial karena
keduanya mempunyai referen, yaitu sejenis perabot rumah tangga yang disebut
”meja” dan ”kursi”.
Contoh lain yaitu: Orang itu menampar orang
1
Pada contoh diatas bahwa orang1 dibedakan maknanya dari orang2 karena orang1 sebagai pelaku (agentif) dan orang2 sebagai pengalam (yang mengalami makna yang diungkapkan
verba), hal tersebut menunjukkan makna kategori yang berbeda, tetapi makna
referensil mengacu kepada konsep yang sama (orang = manusia).
2. Makna Nonreferensial
Makna nonreferensial adalah sebuah kata yang tidak mempunyai referen
(acuan). Seperti kata preposisi dan konjungsi, juga kata tugas lainnya. Dalam
hal ini kata preposisi dan konjungsi serta kata tugas lainnya hanya memiliki
fungsi atau tugas tapi tidak memiliki makna.
Berkenaan dengan bahasan ini ada sejumlah kata yang disebut kata-kata deiktis,
yaitu kata yang acuannya tidak menetap pada satu maujud, melainkan dapat
berpindah dari maujud yang satu kepada maujud yang lain. Yang termasuk
kata-kata deiktis yaitu: dia, saya, kamu, di sini, di sana, di situ,
sekarang, besok, nanti, ini, itu.
Contoh lain referen kata di sini dalam ketiga kalimat berikut
(a)
Tadi dia duduk di
sini
(b) ”Hujan terjadi hampir setiap hari di
sini”, kata walikota Bogor.
(c)
Di sini, di Indonesia, hal seperti itu sering
terjadi.
Pada kalimat (a) kata di sini menunjukan tempat tertentu yang sempit
sekali. Mungkin bisa dimaksudkan sebuah bangku, atau hanya pada sepotong tempat
dari sebuah bangku. Pada kalimat (b) di sini menunjuk pada sebuah tempat
yang lebih luas yaitu kota Bogor. Sedangkan pada kalimat (c) di sini
merujuk pada daerah yang meliputi seluruh wilayah Indonesia. Jadi dari ketiga
macam contoh diatas referennya tidak sama oleh karena itu disebut makna
nonreferensial.
D. Kata Baku dan Non Baku
Kata baku adalah kata yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Sumber utama
yang telah ditentukan dalam pemakaian bahasa baku yaitu Kamus Besar Bahasa
Indonesia(KBBI). Kata baku umumnya digunakan dalam kalimat resmi( lisan dan
tertulis).
Penggunaan kata baku
1) Persuratan antar instansi
2) Lamaran pekerjaan
3) Karangan ilmiah
4) Perundangan-undangan
5) Surat keputusan
6) Nota dinas
7) Rapat dinas
8) Pidato resmi
9) Diskusi
10) Penyampaian pendidikan
11) Dan lain sebagainya.
Kata tidak baku adalah kata yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Biasanya kata tidak baku dipakai dalam bahasa percakapan sehari-hari.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan munculnya kata atau bahasa yang tidak baku, yaitu sebagai berikut:
1) Pemakai bahasa tidak mengetahui bentuk penulisan dari kata-kata yang dimaksud
2) Pemakai terpengaruh oleh orang yang biasa menggunakan kata tidak baku
3) Pemakai bahasa tidak baku akan selalu ada karena tidak mau memperbaiki kesalahannya sendiri.
Contoh Kata baku - Non baku :
Kata Baku-Kata Tidak Baku
Aktif-Aktip
Apotek-Apotik
Aktivitas-Aktifitas
Analisis-Analisa
Penggunaan kata baku
1) Persuratan antar instansi
2) Lamaran pekerjaan
3) Karangan ilmiah
4) Perundangan-undangan
5) Surat keputusan
6) Nota dinas
7) Rapat dinas
8) Pidato resmi
9) Diskusi
10) Penyampaian pendidikan
11) Dan lain sebagainya.
Kata tidak baku adalah kata yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Biasanya kata tidak baku dipakai dalam bahasa percakapan sehari-hari.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan munculnya kata atau bahasa yang tidak baku, yaitu sebagai berikut:
1) Pemakai bahasa tidak mengetahui bentuk penulisan dari kata-kata yang dimaksud
2) Pemakai terpengaruh oleh orang yang biasa menggunakan kata tidak baku
3) Pemakai bahasa tidak baku akan selalu ada karena tidak mau memperbaiki kesalahannya sendiri.
Contoh Kata baku - Non baku :
Kata Baku-Kata Tidak Baku
Aktif-Aktip
Apotek-Apotik
Aktivitas-Aktifitas
Analisis-Analisa
Definisi-Difinisi
Dipersilakan-Dipersilahkan-
Diesel-Disel
Februari-Pebruari
Film-Filem-
Fiologi - Phiologi
Fisik-Phisik
Kaidah-Kaedah
Khotbah-Khutbah
Karier-Karir
Kompleks-Komplek
Dipersilakan-Dipersilahkan-
Diesel-Disel
Februari-Pebruari
Film-Filem-
Fiologi - Phiologi
Fisik-Phisik
Kaidah-Kaedah
Khotbah-Khutbah
Karier-Karir
Kompleks-Komplek
Nama: Fahri Angga Septiawan
NPM: 48116209
Kelas: 1DC01
Tidak ada komentar:
Posting Komentar